Thursday, September 10, 2009

SEJARAH SINGKAT PP. SA'ADATUDDAREIN TAHTUL YAMAN JAMBI


Adalah KH. Abdul Majid setelah gugurnya Sulthan Thaha Saipuddin merasa bahwa keberadaannya didaerah Jambi mulai terancam oleh Belanda. Atas saran beberapa pihak, beliau hijrah ke negeri Makkah Al Mukarromah, dikota suci ini beliau mengajar murid-muridnya yang berasal dari pelbagai suku bangsa dan dari negerinya asalnyapun banyak murid-murid yang menuntut ilmu darinya. Kelak murid-murid beliau inilah yang mendirikan beberapa madrasah dan pondok pesantren dikawasan kota seberang, diantaranya ialah KH.Ahmad Syukur yang mendirikan Pondok Pesantren Sa’adatuddaren. Sedangkan KH. Abdul Majid sendiri sekembalinya dari Makkah mendirikan madrasah Nurul Iman dikelurahan Ulu Gedong yang sekarang ini.
Seperti yang diceritakan tadi KH. Abdul Majid sukses menghasilkan tokoh-tokoh keagamaan di Makkah, salah seorang anak didiknya yaitu KH. Ahmad Syukur setelah cukup lama menimba ilmu, akhirnya kembali kenegara asalnya Indonesia, tepatnya didaerah kota seberang yang pada masa itu lebih dikenal dengan nama Iskandariah Tahtul Yaman. Ikatan Persaudaraan yang terjalin dari Makkah tidaklah putus setelah mereka kembali kedaerah masing-masing, bahkan tetap terjaga dan terpelihara. Untuk menjaga kelestarian Ikatan tersebut mereka membentuk secara Forum Persaudaraan yang diberi nama dengan Tsamaratul Ihsan yang bergerak dibidang sosial keagamaan dan dakwah.
Forum inilah yang merupakan cikal bakal timbulnya ide untuk mendirikan Lembaga Pendidikan Keagamaan didaerah mereka masing-masing. Barangkali timbul suatu pertanyaan kenapa mereka tidak mendirikan satu Lembaga Pendidikan saja? Sehingga seperti yang kita dapati dewasa ini ada beberapa pondok pesantren yang berdiri dibeberapa kawasan.
Barangkali yang bisa dikemukakan disini ialah perbedaan jarak yang cukup jauh antara satu kampung dengan kampung yang lainnya, maka pada tahun 1915 M/1333 H atas izin Allah SWT didirikanlah Lembaga Pendidikan Islam yang diberi nama “ Sa’adatuddaren” oleh KH. Ahmad Syukur. Pemberian nama ini memiliki nilai filosofis tersendiri, sebab secara bahasa artinya ialah “ Kebahagiaan Dua Negeri”. Penamaan ini menimbulkan kesan bahwa lembaga pendidikan ini tidaklah selalu berorientasi pada kehidupan di negeri akhirat saja, tetapi kehidupan dunia tetap mendapatkan porsi perhatian yang cukup dikalangan penduduk kampung Iskandariah. Beliau (KH. Ahmad Syukur) lebih akrab dipanggil dengan sebutan Guru Gemuk, karena sebutan Kiyai tidaklah begitu populer dikalangan masyarakat Jambi pada waktu itu.
Beliau sendiri hanya sempat memimpin lebih kurang enam tahun. Pada tahun 1921 beliau wafat dalam usia terbilang muda yaitu 47 tahun. Tongkat kepemimpinan dilanjutkan oleh muridnya KH. Abdurrahman yang menjabat selama lebih kurang satu tahun dan dilanjutkan oleh murid Guru Gemuk yang lain yaitu KH. Abu Bakar Saipuddin pada tahun 1923 M hingga masa penjajahan Jepang.
Kemudian kepemimpinan Lembaga Pendidikan ini dijabat secara berurutan oleh KH. Abdullah Syargawi (Guru Sidol), KH. Tengku M. Zuhdy (Guru Jubah Hitam), KH. Abdul ‘Aziz (Guru Jantan), KH. Ahmad Zaini H. Abd. Qodir ( Guru Zaini). Setelah pulang KH. M. Jeddawi Abu Bakar dari Makkah Al Mukarromah, kepemimpinan langsung dipegang oleh KH. M. Jeddawi dan setelah beliau wafat yaitu pada tahun 1989, kepemimpinan lembaga ini dipegang kembali oleh KH. Ahmad Zaini dan hanya berlangsung selama delapan bulan dikarenakan kesehatan dan usia beliau sudah lanjut, maka kepemimpinan lembaga ini dipegang oleh Ki. Abdul Qodir Mahyuddin mulai tahun 1990 sampai dengan tahun 2003 dan dilanjutkan oleh KH. Helmi Abdul Majid sampai saat ini.
Organisasi yang ada di Pondok Pesantren Sa’adatuddaren :
Sebagaimana lazimnya suatu Lembaga Pendidikan agar dapat berjalan normal dan terjaga kontinuitasnya tentu saja memerlukan suatu sistem yang terpola dan terpadu. Di Pondok Pesantren Sa’adatuddaren pada mulanya tidak terdapat lembaga-lembaga khusus yang membantu dan mengawasi kinerja-kinerja Pimpinan Pondok dan Staf-stafnya. Hingga pada suatu waktu timbullah ide pembentukan Yayasan Sa’adatuddaren dengan yayasan ini keberadaan Pondok Pesantren Sa’adatuddaren semakin diakui.
Adapun tingkat dan jenjang Struktur Pondok Pesantren Sa’adatuddaren yaitu :
1. Mudir pondok/Pimpinan
2. Wakil mudi
3. Dewan guru
4. TMI
5. Rois Mu’allimin
6. Administrasi
7. Mudir pelaksana tingkat Ibtidaiyah, Tsanawiyah, dan Aliyah
8. Pengasuh santri
9. Majelis asatizah
10. OPPS
11. Santri/Santriwati

Ciri khas dan keunggulan pondok pesantren Sa’adatuddaren :
Banyak upaya yang dilakukan oleh bagian pengasuh dan pengajaran Pondok pesantren Sa’adatuddaren dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan dengan memadukan sistem klasik dengan sistem modern dengan tetap menstabilkan identitas klasik yaitu kurikulum yang ditetapkan sendiri oleh pondok sejak awal berdiri. Dengan memperdalam kajian kitab kuning diharapkan santri yang telah menamatkan pendidikan disini sudah mampu dan mandiri untuk langsung terjun ketengah-tengah masyarakat didaerahnya masing-masing, karena sistem yang diterapkan yaitu untuk mencetak tenaga mu’allim/ pengajar dan pendidik dibidang Diniyyah. Materi-materi pelajaran mencakup :
Ø Ilmu Lughoh ‘Arabiah :
Ilmu tata bahasa arab (Ilmu Nahwu)
Kitab-kitab yang digunakan dalam disiplin ini adalah : Matan A-Jurumiyah, Mukhtasar Jiddan, Kawakibuddurriyah, Qhotrotunnada Wa Ballusshoda, Al Fiyah, Ibnu ‘Aqil.
Ø Ilmu Tafsir :
Kitab-kitab yang digunakan antara lain adalah : Al Jalaein,
Ø Ilmu Balaghoh :
Meliputi kitab-kitab : Qowaidul Lughoh,
Ø Ilmu Diniyyah ialah : Ilmu Fikih, Ushul Fikih, Ushul Hadist, Tafsir. Tauhid dan Tasawwuf.
Ø Ghoiruddiniyyah meliputi : Mantiq, Tarekh, Ilmu ‘Arudh, Falaq, Bahasa inggris, dan persiapan jenazah.
Demikianlah sejarah ringkas Pondok Pesantren Sa’adatuddaren Tahtul Yaman Kota Jambi.

Monday, July 6, 2009

TUJUH MACAM PAHALA YANG DAPAT DINIKMATINYA SELEPAS MATINYA

Dari Anas r.a. berkata bahawa ada tujuh macam pahala yang dapat diterima seseorang itu selepas matinya.

1. Barang siapa yang mendirikan masjid maka ia tetap pahalanya selagi masjid itu digunakan oleh orang untuk beramal ibadat di dalamnya.

2. Barang siapa yang mengalirkan air sungai selagi ada orang yang minum daripadanya.

3. Barang siapa yang menulis mushaf ia akan mendapat pahala selagi ada orang yang membacanya.

4. Orang yang menggali perigi selagi ada orang yang menggunakannya.

5. Barang siapa yang menanam tanam-tanaman selagi ada yang memakannya baik dari manusia atau burung.

6. Mereka yang mengajarkan ilmu yang berguna selama ia diamalkan oleh orang yang mempelajarinya.

7. Orang yang meninggalkan anak yang soleh yang mana ianya selalu mendoakan kedua orang tuanya dan beristighfar baginya

8. yakni anak yang selalu diajari ilmu Al-Qur'an maka orang yang mengajarnya akan mendapat pahala selagi anak itu mengamalkan ajaran-ajarannya tanpa mengurangi pahala anak itu sendiri.

Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah S.A.W. telah bersabda : "Apabila telah mati anak Adam itu, maka terhentilah amalnya melainkan tiga macam :

1. Sedekah yang berjalan terus (Sedekah Amal Jariah)

2. Ilmu yang berguna dan diamalkan.

3. Anak yang soleh yang mendoakan baik baginya.

12 AZAB BAGI MEREKA YANG MENINGGALKAN SEMBAHYANG

Dalam sebuah hadis menerangkan bahawa Rasulullah S.A.W telah bersabda : "Barangsiapa yang mengabaikan solat secara berjemaah maka Allah S.W.T akan mengenakan 12 tindakan yang merbahaya ke atasnya. Tiga darinya akan dirasainya semasa di dunia ini antaranya :-

· Allah S.W.T akan menghilangkan berkat dari usahanya dan begitu juga terhadap rezekinya.
· Allah S.W.T mencabut nur orang-orang mukmin daripadanya.
· Dia akan dibenci oleh orang-orang yang beriman.

Tiga macam bahaya adalah ketika dia hendak mati, antaranya :

· Ruh dicabut ketika dia di dalam keadaan yang sangat haus walaupun ia telah meminum seluruh air laut.
· Dia akan merasa yang amat pedih ketika ruh dicabut keluar.
· Dia akan dirisaukan akan hilang imannya.

Tiga macam bahaya yang akan dihadapinya ketika berada di dalam kubur, antaranya :-

· Dia akan merasa susah terhadap pertanyaan malaikat mungkar dan nakir yang sangat menggerunkan.
· Kuburnya akan menjadi cukup gelap.
· Kuburnya akan menghimpit sehingga semua tulang rusuknya berkumpul (seperti jari bertemu jari).

Tiga lagi azab nanti di hari kiamat, antaranya :

· Hisab ke atsanya menjadi sangat berat.
· Allah S.W.T sangat murka kepadanya.
· Allah S.W.T akan menyiksanya dengan api neraka.

KISAH KELEBIHAN BERPUASA PADA 10 MUHARRAM DAN PERISTIWA-PERISTIWA YANG BERLAKU PADA HARI TERSEBUT

Dari Ibnu Abbas r.a berkata Rasulullah S.A.W bersabda : " Sesiapa yang berpuasa pada hari Aasyura (10 Muharram) maka Allah S.W.T akan memberi kepadanya pahala 10,000 malaikat dan sesiapa yang berpuasa pada hari Aasyura (10 Muharram) maka akan diberi pahala 10,000 orang berhaji dan berumrah, dan 10,000 pahala orang mati syahid, dan barang siapa yang mengusap kepala anak-anak yatim pada hari tersebut maka Allah S.W.T akan menaikkan dengan setiap rambut satu darjat. Dan sesiapa yang memberi makan kepada orang yang berbuka puasa pada orang mukmin pada hari Aasyura, maka seolah-olah dia memberi makan pada seluruh ummat Rasulullah S.A.W yang berbuka puasa dan mengenyangkan perut mereka."

Lalu para sahabat bertanya Rasulullah S.A.W : " Ya Rasulullah S.A.W, adakah Allah telah melebihkan hari Aasyura daripada hari-hari lain?". Maka berkata Rasulullah S.A.W : " Ya, memang benar, Allah Taala menjadikan langit dan bumi pada hari Aasyura, menjadikan laut pada hari Aasyura, menjadikan bukit-bukit pada hari Aasyura, menjadikan Nabi Adam dan juga Hawa pada hari Aasyura, lahirnya Nabi Ibrahim juga pada hari Aasyura, dan Allah S.W.T menyelamatkan Nabi Ibrahim dari api juga pada hari Aasyura, Allah S.W.T menenggelamkan Fir'aun pada hari Aasyura, menyembuhkan penyakit Nabi Ayyub a.s pada hari Aasyura, Allah S.W.T menerima taubat Nabi Adam pada hari Aasyura, Allah S.W.T mengampunkan dosa Nabi Daud pada hari Aasyura, Allah S.W.T mengembalikan kerajaan Nabi Sulaiman juga pada hari Aasyura, dan akan terjadi hari kiamat itu juga pada hari Aasyura !".

Saturday, July 4, 2009

ALUMNI-ALUMNI

UNTUK PARA ALUMNI PONDOK PESANTREN SAADATUDDAREIN SILAHKAN ISI COMMENT DIBAWAH INI.SERTA PESAN DAN KESAN ANDA..

KALIGRAFI KONTEMPORER





PONPES SAADATUDDAREIN

PONDOK PESANTREN SAADATUDDAREIN
PONPES SAADATUDDAREIN TERLETAK DI JL.TUMENGGUNG JAKFAR RT.01 RW.01 KEL.TAHTUL YAMAN KEC.PELAYANGAN KOTA JAMBI.
CURICULUM YANG DIPAKAI TIDAK MENGIKUTI CURICULUM DEPAG ATAU PUN DIKNAS, PONDOK PESANTREN SAADATUDDAREIN MEMAKAI SYSTEM PENDIDIKAN SENDIRI SEJAK BERDIRI SAMPAI SEKARANG INI, BANYAK ALUMNI-ALUMNI YANG TERSEBAR DI PROVINSI JAMBI, LUAR PROVINSI BAHKAN ADA YANG DI LUAR NEGERI..